PICTURES SLIDE SHOW

Minggu, Mei 31, 2009

KEAJAIBAN GERAKAN SHOLAT...!!!!


Keajaiban Gerakan Sholat

BAB I
A. PENDAHULUAN

"Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku". (Adz Dzariyat: 56)

Ayat pembukaan di atas jelas mengisyaratkan bagi kita kaum muslim untuk hanya menyembah Zat Maha Tunggal, yaitu Allah SWT. Shalat merupakan salah satu cara untuk menunjukkan penghambaan kita kepada Allah. Namun lebih daripada itu, shalat tidak hanya menjadi kewajiban atas umat muslim. Melainkan menjadi suatu kegiatan atau aktivitas yang seharusnya menjadi kebutuhan, bukan kewajiban. Artikel yang akan anda baca ini akan menjelaskan mengapa shalat seharusnya tidak menjadi kewajiban yang memberatkan. Justru menjadi suatu aktivitas ibadah yang tiada duanya yang memberi manfaat penuh bagi yang melaksanakannya. Shalat adalah satu-satunya ibadah yang berisi gerakan-gerakan yang menyehatkan dan lebih mirip seperti berolahraga.

B. URGENSI SHALAT

Dalam agama Islam, shalat itu memiliki kadar kepentingan yang amat besar. Bukti-buktinya adalah sebagaimana berikut:
a). Shalat merupakan rukun Islam yang kedua.
b). Shalat adalah amal hamba paling awal yang dihisab (dikalkulasi) nanti di hari kiamat. Jika diterima, maka akan diterima pula amal yang lainnya. Demikian pula sebaliknya, jika tertolak maka tertolak pula amal yang lain.
c). Shalat adalah amal hamba paling awal yang dihisab (dikalkulasi) nanti di hari kiamat. Jika diterima, maka akan diterima pula amal yang lainnya. Demikian pula sebaliknya, jika tertolak maka tertolak pula amal yang lain.
d). Orang yang memeliharanya berarti telah memelihara agamanya. Sedangkan yang menyia-nyiakannya pasti dia menyia-nyiakan yang lainnya.
e). Ukuran Islam dalam kalbu seseorang seperti kadar shalat dalam kalbunya. Demikian pula bagian seseorang dalam agama seperti bagian dia dalam shalatnya.
f). Shalat merupakan bukti kuat mengenai cinta seorang hamba kepada Rabbnya dan tanda syukur terhadap nikmat-nikmatNya.
g). Karena urgensinya, maka Allah memerintahkan pelaksanaannya dalam kondisi bagaimanapun, baik dalam perjalanan atau mukim, dalam kondisi perang atau damai dan dalam keadaan sehat atau sakit.
h). Demikian halnya, seluruh nash (baik ayat ataupun hadits) menyatakan dengan jelas bahwa orang yang meninggalkan shalat adalah kafir. Nabi bersabda: “Sesungguhnya penghalang antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah meninggalkan shalat”. (HR. Muslim). Beliau juga bersabda: “Perjanjian di antara kita dan mereka adalah shalat, maka siapa saja yang meninggalkannya sungguh telah kafir”. (HR. Ahmad dan para pemilik kitab Sunan).
Maka dari itu, jika orang yang meninggalkan shalat mati, maka dia kafir dan tidak perlu dimandikan, tidak dikafani, tidak dishalatkan, tidak dikuburkan di pemakaman kaum muslimin, hartanya tidak boleh diwarisi oleh keluarganya yang muslim tapi masuk dalam baitul mal kaum muslimin dan hukum-hukum lainnya.
Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang OBAT dari BERBAGAI JENIS PENYAKIT.
Allah SWT tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaan-Nya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka.
Begitu pula dengan shalat. Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing.

BAB II

A. BEBERAPA GERAKAN SOLAT DAN MANFAATNYA
a. Takbiratul Ikram
Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar tlinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

b. Ruku’
Ruku’ yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah sarana latihan bagi kemih sehingga gangguan prostate dapat dicegah.

c. I’tidal
Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal merupakan variasi dari postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerakan ini bermanfaat sebagai latihan yang baik bagi organ-organ pencernaan. Pada saat I’tidal dilakukan, organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Tentu memberi efek melancarkan pencernaan.

d. Sujud
Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi sujud berguna untuk memompa getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan daerah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan sujud dengan tuma’ninah, tidak tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Posisi seperti ini menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

e. Duduk di antara sujud
Duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. pada saat iftirosy, tubuh bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini mampu menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (uretra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

f. Salam
Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.
Gerakan sujud tergolong unik. Sujud memiliki falsafah bahwa manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof. Soleh, gerakan ini mengantarkan manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinu dapat memicu peningkatan kecerdasan seseorang.
Setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak melainkan ketika seseorang sujud dalam shalat. Urat saraf tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini berarti, darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikuti waktu shalat, sebagaimana yang telah diwajibkan dalam Islam.

BAB III
A. PENUTUP
Riset di atas telah mendapat pengakuan dari Harvard University, Amerika Serikat. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan diri masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. Di samping itu, gerakan-gerakan dalam shalat sekilas mirip gerakan yoga ataupun peregangan (stretching). Intinya, berguna untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan shalat dibandingkan gerakan lainnya adalah di dalam shalat kita lebih banyak menggerakkan anggota tubuh, termasuk jari-jari kaki dan tangan.
Sujud adalah latihan kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
Masih dalam posisi sujud, manfaat lain yang bisa dinikmati kaum hawa adalah otot-otot perut (rectus abdominis dan obliqus abdominis externus) berkontraksi penuh saat pinggul serta pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lebih lama yang membantu dalam proses persalinan. Karena di dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami, otot ini justru menjadi elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan dan mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
Setelah melakukan sujud, kita melakukan gerakan duduk. Dalam shalat terdapat dua jenis duduk: iftirosy (tahiyat awal) dan tawaru’ (tahiyat akhir). Hal terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, di daerah ini terdapat tiga liang yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat tawarru’, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum.
Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.
Pada dasarnya, seluruh gerakan shalat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung dengan lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.
Menurut penelitian Prof. Dr. Muhammad Soleh dalam disertasinya yang berjudul “Pengaruh Shalat Tahajud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Neuroimunologi” dengan disertasi itu, Soleh berhasil meraih gelar Doctor dalam bidang ilmu kedokteran pada program pasca sarjana Universitas Surabaya yang dipertahankannya beberapa waktu lalu.
Shalat tahajud ternyata bukan hanya sekedar shalat tambahan (sunnah muakkad), tetapi jika dilakukan secara rutin dan ikhlas akan bisa mengatasi penyakit kanker. Secara medis, shalat tahajud mampu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imunologi) khususnya pada imunoglobin M, G, A, dan limfositnya yang berupa persepsi serta motivasi positif. Selain itu, juga dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi.
Selama ini, ulama melihat ikhlas hanya sebagai persoalan mental psikis. Namun, sebetulnya permasalahan ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol dengan parameter kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah kortisol pada pagi hari normalnya antra 38-690 nmol/liter. Sedangkan pada malam hari atau setelah pukul 24.00, jumlah ini meningkat menjadi 69-345 nmol/liter.
“Kalau jumlah hormone kortisolnya normal, dapat diindikasikan bahwa orang tersebut tidak ikhlas karena merasa tertekan. Demikian juga sebaliknya,” ujarnya seraya menegaskan temuannya ini membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama Islam semata-mata dogma atau doktrin.
Menurut Dr. Soleh, orang stress biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan melakukan tahajud secara rutin dan disertai perasaan ihklas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respon imun yang baik serta besar kemungkinan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Berdasarkan perhitungan medis, shalat tahajud yang demikian menyebabkan seseorang memiliki ketahanan tubuh yang baik.

Daftar Pustaka:
- al-Qur’an dan Terjemahannya, Beirut.
- M. Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah, Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an. Lentera Hati, 2002
- Muhammad Soleh, Pengaruh Shalat Tahajud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Neuroimunologi.
- Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam, Syarah Bulughul Maram, Pustaka Azzam, 2007.


Selasa, Mei 26, 2009

CHAMPIONS LEAGUE Barca V Man-U...!!!



Hat : Champions League final
Who : Barcelona v Manchester United
Where : Stadio Olimpico, Rome
When : 28th May, 2009 - 6:45am kick off (NZT)
On Thursday, newly crowned La Liga champions Barcelona get set to take on English Premier League Champions Manchester United in the Champions League final in Rome - tvnz.co.nz previews the action.

Barcelona

It has been a dream start for Barcelona coach Pepe Guardiola.
In just his first season in charge of the Catalan side, the 38-year-old former Barcelona midfielder has led the Spanish giants to the Copa del Ray, and the La Liga title, while his team has been hailed for playing some of the sexiest football in Europe.
Barcelona have lost just one game in this season's Champions League campaign (losing 1-0 to Wisla Krakow in qualifying) and with the scoring prowess of Eto'o (5), Messi (8) and Henry (6), boast the highest goal tally of the tournament.
All these statistics bode well for Barca, but there is no doubt they face a different prospect than any other team they have faced, apart from perhaps Chelsea, in Manchester United.
As shown in their semi-final clash against Chelsea, it is the physical approach of the English game that is key to stifling Barcelona's free-flowing style.
After enjoying some high scoring games (most notably the 4-0 thrashing of Bayern in the quarter-finals) it was just a controversial injury time goal from Barcelona's Andres Iniesta in the dying minutes of the second-leg semi-final at Stamford Bridge that helped Barcelona secure their place in this year's final.
Chelsea's staunch defence kept the likes of Henry and Messi at bay at the Nou Camp, proving that this Barcelona is not as infallible as they are sometimes made out to be.
In the lead-up to Rome, the loss of experienced full-backs Daniel Alves and Eric Abidal through suspension has been a bitter blow for Guardiola, who will now be forced to deploy Carles Puyol as right-back in place of Alves, while Silvinho could start at left-back.
But there has been some good news for the side as Iniesta and Henry, both trying to overcome injury, have travelled to Italy with the squad and are expected play at least some part in the final.

Manchester United

It has been another glorious year for Alex Ferguson's Red Devils.
After the closest title race in years, United recently added an 18th League title to their Carling Cup and Club World Cup trophies, meaning United are set to win the first British quadruple if they get past Barca in Rome.
Unbeaten in the Champions League since May 2007, the defending Champions will be looking to retain their title, while Alex Ferguson will be looking to become just the second manager (the first being Liverpool's Bob Paisley) to win three Champions League trophies.
Apart from the unfortunate suspension of Darren Fletcher, United will have all hands on deck, as Rio Ferdinand is expected to be fit for the final after being sideline for three weeks with a calf injury.
Although unbeaten in the tournament, this season's Champions League proved to be a bumpy ride for United.
A huge scare came for the side after they drew 2-2 with Porto in the quarter-finals, before a Ronaldo screamer away to the Portuguese side put United through to the semi-finals where they destroyed Arsenal 3-1 (4-1 on agg) in the second leg.
After knocking Barcelona out of the tournament at the semi-final stage last season, Manchester United will feel quietly confident about this final.
And while Barcelona will be missing the defensive strength of some of their most experienced players, United have a wealth of experience and strength to call on, with Ryan Giggs, Paul Scholes (who scored the winner which knocked Barcelona out of the semi-final last season) and Gary Neville all part of United's 1999 treble winning squad.

Prediction

The loss of Alves is a disaster for Barcelona as the Brazilian has been integral to their defence this season, and without his pace and width, Barcelona may struggle to contain the likes of Rooney, Ronaldo and Tevez.
Much has been made of the key match-up of two of the world's most prolific players in Messi and Ronaldo. Both have sometimes been accused of not stepping up in big games, but Ronaldo may have the upper hand in this clash.
There is no doubt United's No.7 is hitting form at just the right time, while Messi has failed to score against an English opponent in 10 attempts.
With their free-flowing football, keeping the ball will be key for the Spaniards if they want to stop United's attacking threat, with the fitness of Iniesta vital.
He and Xavi have been the cornerstone of Barca's midfield this season, and as many teams have already shown, once you get passed Barcelona's midfield, their defence is there for the taking.
While Barca have been praised for smart football, so too have United, but their added benefit is not only the physical strength, but the pace of their forwards.
There is no doubt that Pepe Guardiola's Barcelona have the ability to pass any team off the park, but with some of their key players missing, and Manchester United's varied player choice giving them strength in all areas, it certainly seems that United could be taking yet another trophy home to Manchester at the end of this clash.
Result: Man Utd 3, Barcelona 1

sumber: tvnz.co.nz




Minggu, Mei 24, 2009

MALANG TEMPOE DOELOE 2009

Festival Malang Tempo dulu (Malang Kembali) 2009.


Nama Kegiatan: Malang Tempo Doeloe 1938-1958
Malang Kembali IV 2009 ‘Rekonstruksi Jatidiri’
Waktu Kegiatan: 21 -24 Mei 2009 Jam Buka : 10.00 - 24.00 wib
Tempat Kegiatan: Sepanjang Jalan Ijen

JADWAL LENGKAP

ZONA WAYANG

Zona Pembelajaran
Macam 2 jenis wayang, pengenalan tokoh, makna dan filosofi, macam-macam cerita, cara memainkan, caramenyungging (membuat), perlengkapan panggung, upacara2 adat, referensi (vcd, buku, cd dll) dan konsultasi, pengenalan alat musik gamelan.

Pameran
- Wayang kulit purwa, krucil, wahyu, kancil, beber, suket,
- Topeng Malangan dari berbagai versi (Pakisaji, Glagahdowo, Gunung Kawi dll)

Workshop
- Tari Malangan

Jum`at-sabtu 22-23 Mei 2009
Pk.0800-1200

- Mocopat

Gelar Budaya
- Wayang Krucil – Ds. Wiloso, Malang
Kamis, 21 Mei 2009, Pk.19.00-24.00

- Wayang Kulit anak & Mocopat
Jum`at, 22 Mei 2009, Pk.19.00-24.00

- Parde tari tradisi
Sabtu,23 Mei 2009 Pk.15.00-19.00
Minggu 24 Mei 2009, Pk.10.00-17.00

- Andong Malangan
Sabtu 23 Mei 2009 Pk. 19.00-24.00ZONA PERJUANGAN

Zona Pembelajaran
- Perjuangan Pejuang2 / TRIP Malang tahun 1942-1948
- Siklus Pembanganan Pemmerintahan Malang tahun 1838-1928-2018
- Sejarah Pembangunan kolonial dan peralihan Kota Pradja

Pameran
- Foto,film,dan Document pemerintahan dan perjuangan Malang
- Mobil,Motor,dan sepeda kuno
- Alat alat komunikasi tempo dulu

Gelar Budaya
- Gelar musik keroncong
Kamis-Minggu 21-24 Mei 2009 Pk.19.00-24.00

ZONA INDUSTRI RAKYAT
Zona pembelajaran mengunjungi kampung industri th.1950-an
- Pembuatan gula merah tenaga sapi
- Pembuatan alat rumah tangga dari tanah liat
- Pembuatan kerajinan besi,benda pusakadan alat pertanian(dari besi mentah s/d pewarangan)
- Pembuatan batik tulis
- Pembuatan tikar mendong,perkakas dari bamboo
- Bubut kayu manual
- Mencuci dan alat cuci kuno(klerek)
- Mengenal tradisi petan dan rasan-rasan
- Irigasi sawah(sistm.buka tutup trdisional)
- Pengenalan alat budi daya ikan tradisional
- Pembuatan alat kue tradisional ‘semprit’dengan mesin press tahun 1950-an

Pameran
- Duplikat sungai dan pengairan
- Duplikat hutan dan perkebunan tebu
- Duplikat pabrik gula merah tradisional
- Alat-alat peraga inndustri tradisi

ZONA PENDIDIKAN RAKYAT
Zona Pembelajaran
- Mengenal sistem pendidikan dan perkembangan sekolah di Malang sejak th. 1914-1958
- Mengenal alat peraga sekolah tempo dulu (bangku, tinta, sabak, grip)

Workshop
- Menggambar kaligrafi jawa dan Islam

Permainan tradisional (dakon, semprengan,layangan, umbulan, engklek, srigendem, tepak tekong, uyekuyek rante, jumpritan, krupukan, otong-otong bolong, kaki klek-klek, jamuran)
- Ukir kayu
- Tari japin

Gelar Budaya
- Gambus/terbang jidor Kamis, 21 Mei 2009 pkl.19.00
- Sholawat Jum`at, 22 Mei 2009 pkl,19.00
- Qosidah Sabtu , 23 Mei 2009 pkl,19.00
- Gambus Minggu,24 Mei 2009 pkl.19.00

ZONA MATA RANTAI
Zona pembelajaran Malang sebagai penghasil produk-produk pertanian
- Mata rantai bercocok tanam, mengolah tanah, menanam benih, mengolah sawah, memanen, mengupas, menyimpan, mengeringkan dan memasak
- Mengusir hama tanaman secara tradisional
- Memancing belut
- Memasak masakan dan jajanan tradisiaonal
- Merawat hewan ternak(ayam, menthok, kambing,sapi)
- Menyiapkan bahan bakar kayu dan cara memasak dapur tradisioanal

Pameran
- Duplikat sawah dan kebun desa, duplikat kebun dan alat memasak trdisional

GRAHA TELKOMSEL
Kamis-Minggu
21-24 Mei 2009 pkl.10.00-17.00
- Lomba permainan tradisioanal (Egrang, gobak sodor, sepak bola api, engklek)
- Lomba foto busana tempo doeloe
- Parade kreaasi aktifitas tradisi

PENDOPO AGUNG
Kamis,21 Mei 2009
(19.00-20.00) PEMBUKAAN ACARA MALANG TEMPO DULU
(20.00-24.00) Wayang Topeng ”Walang Wati Walang Semirang”
PATMA (Paguyupan Pecinta Topeng Malang)-W. Topeng Kota Malang, Kedung Monggo, Pakisaji, Jati Gui, Jambuer, Glagah Dowo Tumpang, piji Ombo G. Kawi)
Jum`at 22 Mei 2009
(10.00-17.00) Lomba Fashion Batik Anak dan Remaja
Sabtu,23 Mei 2009
(10.00-15.00) Lomba kreasi Batik Malang
(19.00-20.00) Sendra Trari “Duto Sang Anjilo”
(20.00-24.00) Wayang orang “Kongso Adu Jago”-Kelompok wayang orang Ang Hien Hoo, Karawitan Eng An Kiong
Minggu 24 Mei 2009
(07.00-14.00) Lomba menggambar dan mewarna anak
(19.00-24.00) Wayang Kulit ”Gatot Koco Klono Joyo” oleh 10 Dalang Malang

PANGGUNG LUDRUK
Kamis, 21 Mei (19.00-24.00)
“Bukan Bukti Mutilasi” (BBM)
Jum`at, 22 Mei (19.00-24.00)
“Kisah Putri Kadipaten“ (KPK)
Sabtu, 23 Mei (19.00-24.00)
“Korban Penipu Ulung” (KPU)
Minggu, 24 Mei (19.00-24.00)
“Balada Pejuang Kemerdekaan” (BPK)

PANGGUNG KOES PLUS
SETIAP HARI Pukul.10.00-22.00

Sumber :

http://malangsite.net

http://wisatamalang.indonetwork.net





Minggu, Mei 17, 2009

PILPRES 2009


Amanah dan Jabatan
Oleh : Ali Mustofa, S.Pd.I

“sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah (tanggung jawab) kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, tetapi mereka enggan untuk memikulnya dan takut terhadap tanggung jawab-nya. Manusia mau memikulnya, tetapi banyak kesalahannya dan bodoh.” (QS al-Ahzab:72)

Amanah mengandung pengetian yang luas. Misalnya suatu tanggung jawab yang dipikul oleh seseorang atau titipan yang diserahkan kepada orang lain. Dengan pengertian yang lebih umum, siapa yang di tangannya ada amanah (hak) untuk memilih atau mengangkat seorang pejabat hendaklah dilakukan dengan jujur, bedasarkan kepentingan bersama, dan bukan kepentingan diri pribadi.

Tapi ketika amanah hilang, tanggung jawab tidak dipenuhi, kejujuran telah tiada, atau tanggung jawab diberikan kepada orang yang bukan ahlinya, maka akan terjadilah kakalutan dan malapetaka, serta pertentangan dan pertikaian yang tidak ada ujungnya. Siapa yang diberi amanah (tanggung jawab) dalam satu urusan, hendaklah ia menjalankan sebagiamana mestinya dan jangan menyeleweng atau salah dalam mempergunakan kedudukannya itu.

Ayat diatas menggambarkan bahwa manusia secara kodrati mempunyai kecenderungan untuk menerima amanah yang diembankan kepadanya, akan tetapi hanya sedikit di antara mereka yang mampu menjalankannya karena kesalahan dan kebodohan mereka, kecuali orang-orang yang beriman kepada Allah SWT. “Dan orang-orang yang (beriman) itu memelihara amanah dan memenuhi janji mereka.” (QS al-Mu`min:8).

Jabatan adalah amanah sekaligus titipan dari Allah SWT, yang kelak harus dipertanggung jawabkan di hadapan-Nya pada yaumil akhir. Maka berbahagialah orang yang berhasil menjalankan amanah yang di berikan kepadanya, karena usaha dalam menjaga amanah itu tidak akan sia-sia, ia akan mendapat imbalan yang tak ternilai dari Allah SWT. Begitu juga sebaliknya, orang yang sengaja menyia-nyiakan amanah yang di berikan kepadanya maka dia akan mendapatkan azab yang pedih.

CAPRES CAWAPRES 2009



Post Power Syndrome
Oleh: Ali Mustofa, S.Pd.I

Selain iri, dendam, dan hasad, ada penyakit hati lain yang bersumber dari sikap sombong dan takabur, yaitu keinginan untuk selalu berkuasa. Demi kekuasaan, orang kerap terjebak dalam perdebatan dan persaingan. Ironisnya, benyak sekali yang menggunakan cara-cara tidak terpuji dan membahayakan orang lain demi menggapai kekuasaan itu.
Tentu saja ini menggelikan. Bukankah kekuasaan itu adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh iktikad baik? Bagaimana mungkin sesuatu yang sesungguhnya “berat” itu diperebutkan? “kekuasaan adalah amanah, ia hanya menjadi kesedihan dan penyesalan pada hari kiamat kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan hak dan melaksanakan kewajibannya dengan baik,” kata Rasulullah dalam hadis riwayat Abu Hanifah.
Sebagai konsekuensi logis dari penyakit gila kekuasaan adalah timbulnya penyakit kronis baru yang disebut Post Power Syndrome, sebuah penyakit hati yang banyak menimpa para pemimpin setelah lengser dari jabatan. Efek penyakit ini nyata-nyata meresahkan semua pihak selain memberikan dampak negatif pada penderitanya. Kita doakan agar para pemimpin kita terhindar dari semua penyakit ini sehingga tidak ada lagi persaingan tidak sehat di antara mereka. Amin.
Ciri-ciri eks pemimpin yang mengidap penyakit ini adalah cenderung arogan, ingin dihormati dan diperlakukan seperti layaknya masih berkuasa, enggan menghormati pemimpin baru yang menggantikannya atau tidak mengakui kepemimpinannya, atau bahkan merongroongnya dengan berbagai tindakan anarki. Seakan dia menginginkan timbulnya imaji di tengah masyarakat bahwa kalau bukan dia yang memimpin, negara tidak aman dan rakyat selalu diliputi keresahan. Naudzubillah!
Selayaknya kita mengingatkan para pemimpin bangsa agar sedini mungkin megantisipasi timbulnya penyakit tersebut dalam jiwa, lalu meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Kita tahu bagaimana Abu Bakar dan Umar Ibn Khattab menjadi pemimpin. Mereka justru sedih memikirkan seandainya mereka tidak mampu melaksanakan tugas sebagai pemimpin, seperti perintah Allah: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya....” (QS 4:58) Wallahu `alam bisshawab.



Kamis, Mei 07, 2009

Sayap - Sayap Patah..!!!!



Sempat Memiliki
Yovie N Nuno

Mengapa Kita Bertemu
Bila Akhirnya Dipisahkan
Mengapa Kita Berjumpa
Tapi Akhirnya Di Jauhkan
Kau Bilang Hatimu Aku
Nyatanya Bukan Untuk Aku

*Bintang Di Langit Nan Indah
Dimanakah Cinta Yg Dulu
Masihkah Aku Disana
Di Relung Hati Dan Mimpimu
Andaikan Engkau Disini
Andaikan Tetap Denganku

Reff :
Aku Hancur Ku Terluka
Namun Engkaulah Nafasku
Kau Cintaku Meski Aku
Bukan Di Benakmu Lagi
Dan Kuberuntung
Sempat Memilikimu…

Back To [*]
Engkau Mengatakan
Merindukan Diriku Lagi
Ingin Ku Sampaikan
Ku Tak Hanya Sekedar Itu…


Minggu, Mei 03, 2009

Problematika Pendidikan di Indonesia


PROBLEM DAN TUNTUTAN KUALITAS
PENDIDIKAN DI INDONESIA PASCA REFORMASI
Oleh: Ali Mustofa, S.Pd.I

Sudah 60 tahun Indonesia merdeka, tetapi upaya untuk mencerdaskan kehidupan rakyat seolah-olah jalan di tempat. Di satu pihak, perangkat lunak pendidikan, termasuk sistem pendidikan dan kualitas SDM guru dan pengelola, masih tersangkut kebijakan tambal sulam. Di pihak lain, sarana dan prasarana pendidikan masih jauh dari memadai karena anggaran biaya pendidikan sangat rendah. Akibatnya, tingkat aksesibiltas anak negeri ini terhadap pendidikan yang bermutu sangat rendah. Sementara itu kualitas pembelajaran secara umum tidak kian meningkat karena kesejahteraan guru pun tidak kunjung membaik.

Walhasil, praktek komersialisasi pendidikan, ternyata membudaya. Banyak sekolah yang mulai mematok biaya pendidikan yang tampaknya tak terjangkau oleh banyak kalangan. Bagi yang mampu, sepertinya bukan masalah. Toh, pola pikir orang tua murid yang mampu, “kalau mau berkualitas, tentu makan biaya dong!”. Namun, bagaimana dengan peserta didik yang taraf ekonomi keluarganya masih dibawah standar kesejahteraan? Akhirnya, cerita peserta didik yang mencoba bunuh diri karena alasan tak sanggup membayar SPP atau kebutuhan lainnya menjadi berita yang kerap menghiasi media massa. Belum lagi kabar robohnya bangunan sekolah kian menambah kepiluan dunia pendidikan kita saat ini. Di tambah lagi kasus-kasus lain yang membuat kita mengelus dada seperti misalnya kasus mebel dalam pengadaan sarana meja dan kursi di sebuah sekolah di Kabupaten Malang. Ironis memang!

Terbitnya sinar reformasi di segala bidang pasca-1998 telah ikut menerangi alam pemikiran dunia penididikan di Indonesia yang sebelumnya dalam keremangan. Hal ini dimungkinkan karena pendidikan bukan merupakan entitas yang berdiri sendiri melainkan terkait timbal balik dengan filosofi dan sistem sosial, ekonomi, politik, bahkan hukum dan keamanan. Pendidikan memang merupakan kawasan luar biasa padat dan unsur-unsurnya tak terbilang. Ringkasnya, kerumitan pendidikan mencerminkan kerumitan hidup berbangsa dan bernegara itu sendiri. Maka perubahan apa pun dalam batang-tubuh pendidikan, mengisyaratkan terjadinya perubahan di segala bidang.

Tren globalisasi juga ikut menjadi faktor penting yang mempengaruhi tuntutan reformasi paradigma pendidikan kita. Seperti yang diramalkan oleh Futuris John Naisbitt bahwa abad ke-21 gelombang globalisasi akan memunculkan semangat otonomi lokal terhadap pusat. Dalam konteks nasional, semangat lokal ini pun terwujud pada derasnya tuntutan otonomi di hampir segala sektor, termasuk sektor pendidikan. Tren globalisasi juga melahirkan sebuah gaya hidup baru yang diwarnai oleh semangat persaingan. Gejala ini menuntut masyarakat dan organisasi mau tidak mau mengikuti irama perubahan yang serba cepat. Dengan kata lain, mempertahankan status quo berarti membiarkan diri tertinggal oleh deru perubahan tersebut.
Perubahan yang terjadi di Indonesia, seperti yang disinyalir Anwar Ibrahim, merupakan konsekuensi logis dari perubahan besar yang melanda Asia saat ini. Yaitu pergumulan antara Asia lama yang otokratis melawan Asia baru yang demokratis. Namun, di lain pihak, lahirnya revolusi sosial dan ekonomi, termasuk di Indonesia saat ini, juga merupakan senyawa antara kebebasan politik dan ekonomi, yang justru akan melahirkan Asia Baru.

Pembaharuan pendidikan yang secara legal-formal ditandai oleh revisi UU Sisdiknas No. 2/1989 memang terjadi sebagai konsekuensi logis perubahan sistem politik secara umum. Namun, terlepas dari hal itu, modernisasi di bidang pendidikan adalah suatu upaya jangka panjang dan berkesinambungan. Tidak hanya diperlukan suatu perubahan pada tingkat kebijakan, tetapi juga dukungan SDM yang profesional, serta kelembagaan yang mapan. Itu semua diperlukan guna mencapai tujuan umum pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup setiap individu manusia Indonesia, tanpa diskriminasi. Oleh karena itu, reformasi pendidikan sudah semestinya diarahkan kepada perubahan yang bermakna dan terencana dalam bidang pendidikan dengan mengikis habis berbagai kekurangan yang ada, serta memperkenalkan berbagai nilai dan sikap bermutu secara utuh dan terpadu. Namun ada tiga hal yang perlu dijadikan landasan reformasi pendidikan. Yaitu, mengejar ketertinggalan di bidang ilmu pengetahuan, mengedepankan sikap mandiri, serta membudayakan sikap tunduk pada hukum yang berlaku. Hal inilah yang mula-mula dilakukan di Jepang, menyusul pengeboman Nagasaki dan Hiroshima, sehingga pasca tragedi itu, mereka mampu tampil sebagai bangsa yang terhormat dalam panggung sejarah manusia dunia.

Dalam konteks kemandirian, bangsa Indonesia telah cukup lama melewati sebuah perjuangan fisik untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Proklamasi kemerdekaan 1945 merupakan simbol kemandirian bangsa secara fisik. Namun, bangsa ini masih belum sepenuhnya mandiri secara lahir dan batin. Kita masih tergantung kepada modal asing untuk menggerakkan roda pembangunan di hampir segala bidang. Kini, kita tengah berjuang melawan keterjajahan nonfisik berupa kebodohan, keterbelakangan, dan rendahnya kualitas SDM bangsa. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk mempersiapkan tenaga-tenaga handal yang berdiri di baris terdepan perjuangan fase kedua ini.

Keterbelakangan bangsa Indonesia di bidang pendidikan bukan rahasia lagi. Seperti juga, negara-negara lain yang berpopulasi Muslim, Indonesia memiliki kualitas SDM yang rendah. Untuk kasus Indonesia, banyak disinyalir bahwa penyebabnya adalah pemerintah selama ini tidak pernah menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas terpenting. Naumn, seperti dikatakan Profesor Toshiko Kinosita, ini bukan kesalahan pemerintah saja, mmelainkan cerminan dari sikap dan orientasi masyarakat pada umumnya. Orang awam, politisi, hingga pejabat pemerintah semuanya berlomba-lomba mengejar uang, memperkaya diri, dan enggan berpikir panjang.

Jika diukur dari sisi material, indikator prioritas 20 persen dari APBN atau APBD yang disetujui oleh MPR, seharusnya menjadi awal kesadaran pemerintah beserta praktisi pendidikan terhadap pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk mengangkat keterpurukan SDM. Setidaknya satu alasan yang mendukung pendidikan dari tinjauan kalkulasi ekonomi ini. Yaitu bahwa, pendidikan adalah bukan sekedar alat pertumbuhan ekonomi, melainkan sebagai tahap perintis bagi perkembangan ekonomi. Mengapa demikian?.



Refleksi Hari Pendidikan Nasional


Pendidikan Sebagai Investasi

Dalam manajemen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis. Baik pada tataran individual maupun masyarakat. Misalnya, pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam ekonomi yang juga kompetitif.
Terbukti bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin tinggi pula pendapatannya. Hal itu bisa dimaklumi, bahwa orang yang berpendidikan lebih produktif ketimbang yang tidak berpendidikan. Para penganut teori human capital berpendapat, indikasi sector pendidikan yang memberi manfaat pada sector ekonomi tampak jelas dari kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan kerja, efisiensi konsumsi, peningkatan gizi/kesejahteraan keluarga, serta kemampuan menikmati masa pensiun kerja.
Tak cukup itu, nilai balik pendidikan terhadap modal investasi ini ternyata memberikan nilai balik (rate of return) yang lebih tinggi daripada investasi fisik dibidang yang lain. Hal itu kentara dari perbandingan antara total biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pendidikan dengan total pendapatan yang akan diperoleh setelah seseorang lulus dan memasuki dunia kerja. Di Negara-negara yang sedang berkembang, misalnya, nilai balik terhadap investasi pendidikan sebesar 20 persen dibanding investasi modal, 15 persen. Sementara di negara-negara maju nilai balik tersebut justru lebih rendah, yakni 9 persen (modal investasi) berbanding 13 persen dari investasi pendidikan. Logikanya, bahwa jumlah tenaga kerja terdidik yang terampil dan ahli di Negara berkembang relative lebih terbatas jumlahnya dibandingkan dengan kebutuhan akan itu, sehingga tingkat upah pun lebih tinggi.
Bila memakai teori human capital tersebut, investasi pendidikan, tidak harus dipahami dalam kerangka proses penciptaan lapangan kerja formal belaka, apalagi yang serba instan. Pertama dan terutama investasi pendidikan menuntut adanya penghayatan akan pentingnya penguatan basis kultur orientasi pendidikan itu sendiri. Penguatan basis kultur tersebut semakin diperlukan mengingat nilai modal manusia tidak terbatas pada fungsi ekonomi semata, tetapi mencakup fungsi-fungsi kemanusiaan dengan segala dimensi dan totalitasnya, baik fungsi sosial, kultural, politik, dan pendidikan itu sendiri.
Fungsi sosial pendidikan mengacu kepada kontribusi pendidikan terhadap perkembangan manusia dan hubungan sosial antarmasyarakat yang setara ataupun berbeda. Karena itu, pendidikan pada tingkat individual seharusnya dapat membantu siswa, baik secara psikologis, sosial, maupun fisik, untuk mengembangkan potensinya. Fungsi politik merujuk pada sumbangan pendidikan terhadap perkembangan politik yang dapat mengembangkan sikap kewarganegaraan yang baik, yang akhirnya menjadi elemen-elemen masyarakat madani. Adapun fungsi budaya, merujuk pada kontribusi pendidikan pada peralihan dan pekembangan budaya pada tingkat sosial yang berbeda, seperti kesadaran estetis, sosialisasi dengan norma, atau nilai dan kemampuan menciptakan budaya yang kondusif. Adapun fungsi pendidikan terhadap pendidikan, tak lain adalah agar mempu mengembangkan pola belajar dan mengajar yang lebih baik, yang dapat ditelaah ulang. Inilah mata rantai pendidikan, yang dari pendidikan (in-put) kemudian memberi akses (out-put), kemudian mendaur-ulang kembali (out-put & in-put).



Pendidikan (in-put)



Perubahan: Sosial-Kemanusiaan-Politik-Budaya= (out-put)



Pendidikan (out-put & in-put)

Kesemua fungsi di atas pada gilirannya mendukung tercapainya tujuan ideal pendidikan, yaitu membentuk kepribadian manusia dengan segala totalitasnya, jasmani dan rohaninya, rasa dan nalarnya, serta akal dan budi-pekertinya. Sehingga dapatlah dikatakan, pendidikan manusia meliputi semua aspek di mana apa yang didengar, dilihat, dirasakan, dialami, dan dikerjakan oleh anak didik merupakan sarana pendidikan bagi dirinya.